Kamis, 17 Maret 2011

Karier vs Keluarga, Mana Lebih Penting?


Jika seseorang dihadapkan pada sebuah pertanyaan mana yang akan lebih diutamakan, karier atau keluarga, maka jawaban tunggal yang selalu muncul adalah keduanya. Namun membuat kedua hal itu dapat berjalan paralel, sama sekali bukan perkara enteng.

Kerap kita mendengar kisah seorang jatuh bangun mengejar sukses karier dengan alasan demi membahagiakan keluarga. Alih-alih anak istrinya bahagia, belasan tahun ia mengejar karier untuk mendapatkan materi, namun  melupakan kebahagiaan yang sesungguhnya diinginkan anak istri, yakni waktu dan kebersamaan.

Namun tak dapat dibantah bahwa salah satu faktor yang akan menyejahterahkan keluarga adalah materi atau finansial yang diperoleh dari sukses sebuah karier. Karier yang sukses adalah jaminan bahwa anak-anak akan bersekolah di tempat yang baik, mendapatkan gizi dan kesehatan yang maksimal, hingga memperoleh jaminan/asuransi masa depan jika dewasa kelak.

Inilah dilema klasik yang dihadapi masyarakat modern dewasa ini. Lantas di mana titik temu yang paling tepat untuk menyeimbangkan dua hal yang sama penting ini? Apa kiat yang bisa diterapkan agar aktivitas mengejar sukses karier tidak lantas menghabiskan waktu kebersamaan yang menjadi hak keluarga? 

Meski demikian, tak sedikit contoh di tengah masyarakat yang membuktikan bahwa urusan keluarga dan karier sesungguhnya dapat berjalan paralel dan seimbang sehingga pada akhirnya tercapai kualitas dalam keduanya.

Berdasarkan pengalaman mereka yang sukses dalam membangun rumah tangga atau keluarga bahagia dan sejahtera, sekaligus sukses dalam karier dan pekerjaan, sebetulnya banyak tips dan kiat sederhana yang dapat Anda terapkan.

Menurut Ir. Bambang Syumanjaya, MM, MBA, CBA,  seorang konsultan bisnis dan  konsultan keluarga, sekaligus pendiri dan Konsultan Utama dari Family DISCovery, ada tiga kunci untuk mencapai keharmonsan antara karier dan keluarga. Yakni, komunikasi, komitmen, dan keseimbangan.

Anda perlu membangun komunikasi yang hangat dalam keluarga sehingga keterbukaan menjadi budaya dalam keluarga. Hal ini akan membuat setiap anggota keluarga saling memaklumi dan mengerti, terutama pada masa-masa di mana orang tua sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Selain itu, Anda perlu membangun kesepakatan untuk dijadikan komitmen dalam keluarga dalam hal urusan pekerjaan dan kepentingan keluarga. Luangkan waktu untuk mendiskusikan apa prioritas keluarga Anda. Jika memang terdapat tuntutan ekonomi yang menuntut suami dan isteri bekerja, temukan kesepakatan terbaik sehingga keluarga Anda pun tetap mendapat perhatian.

Berikutnya, jagalah agar tercipta keseimbangan antara karier dan keluarga. Dalam kesibukan pekerjaan, usahakan untuk senantiasa meluangkan waktu kebersamaan dengan pasangan atau anak-anak. Misalnya, dengan sarapan atau makan malam bersama. Anda juga dapat memanfaatkan akhir minggu atau waktu libur untuk melakukan kegiatan bersama keluarga, misalnya dengan berekreasi ke suatu tempat atau sekadar makan malam di luar.

Selain pandangan di atas, di bawah ini sejumlah tips yang juga dapat Anda terapkan demi mencapai keseimbangan antara karier dan keluarga, yang dirangkum dari pandangan sejumlah pakar lain:

  • Karier dan Keluarga adalah Sebuah Kesatuan
Anda perlu memahami bahwa sesungguhnya karier dan keluarga adalah sebuah kehidupan yang utuh. Persoalan akan muncul jika Anda menganggap karier adalah satu-satunya kehidupan yang kita miliki, sedangkan keluarga hanya sebagai persinggahan, apalagi sampai harus dikorbankan demi mencapai sukses karier.  

  • Masukkan Kebersamaan dengan Keluarga dalam Time-Planning
Cantumkan kegiatan dan kebersamaan dengan keluarga ke dalam daftar kegiatan keseharian Anda, atau dalam time planning Anda. Pastikan waktu Anda tersedia untuk melakukan sesuatu yang berharga dan berkualitas untuk keluarga, sebagaimana anda mengatur waktu untuk kegiatan karier demi produktivitas kerja.

  • Jaga agar Komunikasi tidak Putus
Sesibuk apapun kegiatan pekerjaan yang Anda tekuni, sisihkan waktu sejenak untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan keluarga. Bukankah teknologi modern sudah menyediakan segalanya untuk kemudahan komunikasi? Kualitas hubungan keluarga memang lebih penting dari kuantitas. Namun tidak berarti kuantitas bisa Anda sepelekan. Sebab hal ini akan menunjukkan betapa Anda masih memberikan perhatian pada keluarga anda.

  • Jangan Lewatkan Perayaan/Ritual Keluarga
Tetapkan waktu dan tanggal penting sebagai hari perayaan keluarga Anda, misalnya hari
ulang tahun, tanggal pernikahan, perayaan agama, arisan keluarga, dan seterusnya. Berikan perhatian pada tanggal-tanggal tersebut dan usahakan tidak melewatkannya.

  • Keluarga adalah kunci Sukses
Yakinlah bahwa keluarga Anda memiliki kekuatan luar biasa dalam mendorong suksesnya karier. Jadikan keluarga sebagai motivasi sekaligus inspirasi Anda dalam bekerja. Oleh sebab itu, alangkah ironisnya jika Anda berpandangan bahwa keluarga harus dikorbankan demi mencapai sukses karier. Sebab justru keluargalah yang menjadi basis dan bumi bagi kualitas kehidupan Anda di dunia.

Rabu, 19 Januari 2011

Apa ingin sukses dan kaya?


Apa ingin sukses dan kaya?

Pertanyaan diatas sangat mudah dijawab dan semua orang pasti berpendapat ingin kaya dan akan menjawab “YA” ,tapi pertanyaan tersebut diatas hanya lah satu pertanyaan yang mudah dijawab tapi untuk mendapatkannya susah setengah mati khan, tidak mustahil orang bisa jadi kaya seperti milioner yang kaya raya .
Kita sama-sama lahir dari rahim ibu,orang tua kita tetapi kenyataanya kita lahir dari orang tua yang kondisinya berbeda-beda ,baik dari sisi ekonomi,social,budaya dan lingkungan.
Secara garis besar fase kehidupan kita sama.kita di kandungan ibu kemudian dilahirkan menjadi anak-anak ,remaja,dewasa,tua kemudian mati. Yang berbeda adalah orang tua seperti apa yang melahirkan kita ,yang kaya atau miskin ,yang baik atau jahat,yang jago bisnis atau tidak.kalau boleh memilih untuk dilahirkan pasti semua orang ingin dilahirkan dengan kondisi keluarga yang kaya ,baik dan mempunyai segalanya, namun semua itu tidak mungkin terjadi karena kita terlahir pada kondisi keluarga yang kondisinya berbeda-beda dan tentu tidak sesuai dengan harapan kita.
Disinilah sebagai orang yang sudah dewasa kita seharusnya memulai melihat makna yang sudah kita alami selama ini.kita harus nyakin bahwa semua yang terjadi pada kita pasti ada hikmahnya.kita lahir dari keluarga yang kurang beruntung pasti ada hikmahnya,kita lahir dari keluarga yang tidak punya usaha pasti ada hikmahnya dan hikmah itu tidak dapat dijabarkan karena hanya kita sendiri yang bisa memaknai kondisi kita masing-masing.
Selain factor eksternal juga ada factor internal yang berpengaruh seperti kita bodoh atau pintar,rajin atau malas,disiplin atau tidak dan lain-lain.kita tidak boleh menyalahi keadaan karena semuanya sudah ada yang mengatur.mulailah kita sekarang inventarisir kekuatan dan kelemahan kita susun strategi,dan mulailah melangkah menuju cita-cita menjadi orang kaya tatu sukses.
Nasib seseorang tidak akan berubah kalau orang tersebut tidak mengubahnya sendiri. Dan tidak ada orang yang merubah nasib kita kalau kita sendiri tidak ingin nasib kita berubah. Pernahkah kita benar-benar berusaha mengubah nasib kita? Atau hanya mengharapkan orang lain merubah nasib kita? Coba kita Tanya pada diri kita masing-masing.
Selain kita masih hidup di dunia ini hokum alam tetap berlaku “siapa yang lebih rajin berusaha peluang untuk suksesnya lebih besar disbanding yang tidak rajin atau setengah rajin”. Hokum ekonomi juga berlaku “siapa yang lebih tanguh dan berani mengambil resiko akan berpeluang lebih besar mendapatkan hasil .tentu kita semua paham dengan hal diatas ,masalahnya apakah kita mau melakukannya atau tidak? Kita mau berusaha meskipun hanya sedikit sedikit atau hanya teori saja . tanpa melaksanakan teori teori tersebut yang akan kita peroleh juga hanya keberhasilan secara teori alias mimpi doing.
Pernahkah kita melihat seseorang yang pekerjanya kelihatanya biasa saja tapi memiliki apa saja yang dia dambakan padahal impian kita punya rumah,mobil yang kita impikan sejak lama masih jauh dari jangkauan.sebaliknya pernahkah kita melihat seseorang dengan penghasilan yang besar tapi gajinya selalu habis ,tapi hidupnya begitu-begitu saja kalau tidak mau di katakana susah.
Hal-hal seperti itu bisa terjadi kita mengerti mungkin sebagian besar dari kita mengira bahwa penghasilan besar yang kita miliki sekarang akan menjamin kesejahteraan kita. Akan tetapi jangan salah banyak orang yang memiliki penghasilan besar tidak bisa menabung dan memperbaiki hidupnya.banyak juga orang dengan karir biasa aja dan penghasilan terbatas tapi bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.kita pasti tau apa yang membedakanya cuman satu cara mereka yaitu cara mengelolah keuangan .hal-hal yang diceritakan hanya intermezzo saja buat kita renungkan

Ada beberapa motivasi yang dapat mendorong kita untuk menjadi orang kaya atau sukses :
“ dakilah tingkat kemiskinan dengan kenyakinan dan ideology yang anda miliki sesampai dipuncak kekayaan disitulah makna kenyakinan dan ideology anda akan ditantang ,untuk apa dan jalur mana yang telah ditempuh dan akan anda tempuh”
“janga terpaku pada kondisi saat ini ubahlah visi hidup anda lebih jauh kedepan sehingga tidak terbelegu dengan kondisi saat ini”
“kalau tidak punya visi dan melakoni rutinitas setiap hari tanpa mau berubah anda akan tetap miskin sampai mati”
“kaya adalah hak semua orang ,kaya adalah hak setiap bayi yang lahir didunia, kaya adalah hak kita semua jangan mau miskin”
“ perjalanan untuk mencapai kesuksesan dan kaya tentu saja harus dimulai dengan satu keberanian melangkah”



Banyak orang yang pintar membuat alasan kalau ditanya apakah ingin kaya pasti jawabnya “ya” tapi kalau disuruh untuk berani melangkah atau berusaha yang belum tentu kelihatan hasilnya akan banyak yang memberikan alasan-alasan yang kalau diuraikan bisa seribu macam alasan ,yang tidak habis piker ingin kaya tapi ga berani mengabmbil satu tindakan itu sama saja bohong alias cumin omongan doank atau istilah kerennya NATO (no action talk only) .

Kebanyakan dari kita terpaku pada kondisi saat ini dan menjalaninya sebagai rutinitas sehari-hari sehingga keadaan akhirnya tidak pernah berubah menjadi lebih baik sampai kita meninggal.
Banyak dari kita pandai memberi alasan untuk tidak melangkah maju untuk sukses dan kaya .membuat alasan yang menghambat kesuksesan kita memang lebih mudah disbanding dengan merancang strategi untuk mengubah hidup menjadi orang kaya..

Beberapa alasan yang sering muncul dari orang-orang pesimis akan masa depannya antara lain:
- saya khan bodoh
- saya khan tidak punya modal untuk usaha
- saya khan hanya pekerja kasar dan rendahan
- gimana mau usaha untuk makan sehari2 saja susah
- saya tidak punya teman yang bisa diajak kerjasama
- bagaimana kalau nanti tidak berhasil
- persaingan pasti ketat kalau bangkrut gimana?
- Saya tidak punya keahlian khusus gimana mau usaha?
- Saya hanya lulusan SMA gimana mau maju?
- Dll

Banyak sekali alasan yang muncul dibenak kita saat mau melangkah maju untuk sukses .alasan-alasan diatas sebenarnya hanya semacam pembenaran keadaan supaya kita tidak perlu bersusah payah menjalani langkah-langkah yang harus ditempuh jika ingin sukses .orang yang selalu beralasan setiap kali akan melangkah maju pastilah orang-orang yang tidak ingin maju .kalau kita ingin maju sukses dan kaya sekali lagi jangan banyak alasan tetapi banyaklah bertindak dengan tindakan2 yang strategis sesuai dengan kondisi saat ini dan kondisi yang kita harapkan ke depannya.

Sejauh kita masih punya keinginan dan tindakan untuk berubah menjadi lebih baik pasti akan jadi orang sukses menurut survey yang dilakukan oleh Robert kiyosaki dikatakan bahwa ada 65% orang hidup dalam keadaan menderita ,32% berada dalam tahap survive dan 3% orang yang berada dalam tahap sukses .tahap sukses ini merupakan dambaan tiap orang ,tetapi tidak semua orang bisa ke tahap tersebut .tahap sukses hanyalah angan-angan kosong . mengapa ??? karena untuk menuju ketahap yang hanya ada 3% orang didunia ini ada hal-hal yang harus dilakukan dan tidak semua orang mau melakukan nya yaitu berani menanggung resiko ,berani gagal dan kerja keras .itulah kenapa hanya 3% saja orang yang berani ketahap sukses tersebut.
Untuk itu agar bisa mencapai ketahsap itu ada beberapa factor”
1. ubah cara berpikir kita.
2. ambil role model/tokoh yang sukses dengan meniru langkah orang sukses tersebut setidaknya kita mempunyai arahan untuk menjadi sukses.
3. duplikasikan apa yang telah dilakukan role model/tokoh contoh mungkin buku yang mereka baca,orang-orang yang berasosiasi dengan mereka ,cara berpikir mereka.
4. berani menanggung resiko berupa kegagalan . “ bukan gagalnya yang memberi arti dalam hidup kita tapi bagaimanakita memersepsikan kegagalan tersebut yang membuat perbedaan dalam hidup kita “
5. jangan pernah berhenti sebelum mencapai kesuksesan

kehidupan akan terus berjalan apapun yang terjadi tapi perbedaan kecil yang kita buat hari ini akan memberi makna yang berbeda terhadap kehidupan kita selanjutnya. Lakukan dan dapatkan hasilnya. Life will never be same again…….